waktu semua mata yang kukenal sayu..lampu-lampu jalanan meredup.
aku mengambil langkah berbayang
menapaki trotoar kotak-kotak di malam yang menua
memungut pecahan momentum tertinggal di sepanjang jalanan kota ini
aku menyusuri jejak-jejak tergilas
demi sepotong kenangan gila yang pernah aku dan dia lakukan
demi satu scene kabur di titik maya itu....
kakiku membawaku kesana, tapi aku tidak melihat apapun yang sebanding dengan kegusaranku
tidak ada yang terasa setimpal dengan insomnia dan katatonia yang membuatku sinting berhari-hari
aku terpaku
di sudut nol yang penuh gunjingan dan tawa kebas



