Rabu, 11 April 2012

09 April 2012, antara 21 sampai 03


waktu semua mata yang kukenal sayu..lampu-lampu jalanan meredup.
aku mengambil langkah berbayang
menapaki trotoar kotak-kotak di malam yang menua
memungut pecahan momentum tertinggal di sepanjang jalanan kota ini
aku menyusuri jejak-jejak tergilas
demi sepotong kenangan gila yang pernah aku dan dia lakukan
demi satu scene kabur di titik maya itu....
kakiku membawaku kesana, tapi aku tidak melihat apapun yang sebanding dengan kegusaranku
tidak ada yang terasa setimpal dengan insomnia dan katatonia yang membuatku sinting berhari-hari

aku terpaku
di sudut nol yang penuh gunjingan dan tawa kebas

Minggu, 01 April 2012

(JUST) an April Mop

Part III


12 Juli 2011
Hari itu satu hari sebelum kamu ulang tahun. Aku tidak tahu harus memberimu apa. Aku tidak banyak tahu apa yang kamu suka, apa yang kamu mau, apa yang kamu butuhkan saat itu. Lalu aku berjalan-jalan di pusat pertokoan saat aku pulang ke kota asalku. Dan aku memutuskan untuk masuk ke sebuah toko parfum. Tujuanku adalah untuk mencari parfum untukku sendiri. Tapi setelah aku mencium berbotol-botol sampel parfum aku tidak menemukan satupun yang kusuka. Semuanya terlalu manis, terlalu maskulin, terlalu tajam, terlalu seperti wanita penggoda, terlalu seperti wanita simpanan.
Aku sudah pusing, hampir mual. Jadi aku menghirup kopi bubuk yang disediakan untuk menetralkan indra penciumanku. Satu botol lagi, yang disodorkan oleh SPG toko sambil tersenyum manis. “Lacoste”. Aku mencoba menciumnya. Dan tiba-tiba aku merasakan suatu euforia yang tidak bisa dijelaskan. Aku merasakan kerinduan yang sangat dalam, kepada sesuatu, seseorang, suatu tempat di suatu masa… tapi aku tidak yakin itu siapa atau apa. Aku ragu untuk membelinya. Tapi kemudian, aah, aku ingat! Baunya hampir mirip campuran bau rokok, pengharum ruangan, alkohol, dan hujan! Aku ingat kamu. Jadi aku mengambilnya.

Kamis, 29 Maret 2012

(JUST) an April Mop


Part II



08 Juni 2011
Saat itu, dia sudah bukan orang asing lagi.
Dia adalah kamu……
Begitu cepat proses itu terjadi. Kamu mendapatkan kontakku, dan kita sudah begitu akrab seperti sepasang teman masa kecil. Tapi memang itu yang aku rasakan dari awal melihatmu, kan? Aku merasa mengenalmu.
Anyway, di hari itu aku sakit. Seingatku maag, sesak nafas, dan sedikit demam. Sudah hampir seminggu, dan masih belum membaik. Aku bahkan sampai bolos kuliah dua hari. Aku cerita sama kamu. Kamu bilang kamu mau menengokku.
“Mana, kasih alamatmu. Nanti aku cari.”
Aku tidak terlalu banyak berpikir, aku memberi alamat kosku. Dan malamnya, kamu langsung mendatangiku sepulang kerja. Terus terang saja, aku heran, terkejut, sekaligus tersanjung waktu kamu dengan mudahnya menemukan gang rumah kosanku.

Rabu, 28 Maret 2012

(JUST) an April Mop



Part I


Aku menyukai bulan-bulan yang menyusun satu tahun itu menjadi genap. Karena selalu ada cerita atau momen tertentu yang menjadikannya berkesan. Contohnya, aku suka Desember, karena suasana Natal di kota ini begitu menghangatkan hati. Aku suka Januari, karena selalu ada hal baru di bulan itu. Aku suka November, karena di bulan itulah aku berulang tahun. Aku suka Juli, karena itu ulang tahunmu. Aku paling suka bulan Mei, itu adalah waktu kita pertama ketemu. Tapi aku lebih suka lagi bulan Juni, karena di bulan itulah aku memutuskan untuk menjadi pacarmu.
Tapi aku selalu benci bulan April. Apapun yang kulakukan untuk menjadikannya indah, selalu berakhir sia-sia dan membuatku semakin membenci April…

©         ©         ©

Senin, 13 Februari 2012

ARD ... it's an art

fashion portofolio, Coco Chanel

materi mata kuliah desain busana:
tekstur kain, FURS

materi mata kuliah desain busana:
sumber inspirasi, busana adat penduduk dunia,
kimono

Jumat, 03 Februari 2012

waktu aku sama Jelek


“Yank, kenapa kamu nggak pernah pakai parfum?”
“Nggak suka,” jawabmu singkat.
Tapi suatu sore, kamu muncul di teras kosanku dengan aroma parfum yang aku kenal. Sebuah merk parfum yang banyak dijual di swalayan, dengan botol berwarna bening yang ada hijaunya.
Aku setengah berlari mendekatimu, dan melompat memeluk tubuh kurusmu yang jauh lebih tinggi dariku.
“Aku suka baumu. Seperti hujan.” Kamu cuma tersenyum sambil mengelus rambutku.















* * *

Kamis, 12 Januari 2012

Dari Kami Tentang Hujan



Kenapa aku suka hujan?
Hujan kan dingin.. Hujan kan bikin basah kuyup.. Hujan kan bikin aku sesak nafas..
Hujan kan tajam ketika menerpa wajah.. Hujan kan menggagalkan acara..
Hujan kan mengingatkan sama yang sedih-sedih..


Kenapa aku suka hujan?
Karena hujan membawa kehidupan.. Hujan menyeimbangkan siklus awan.. Hujan itu
menghapus kenangan buruk..
Hujan itu deras tapi menyenangkan.. Hujan itu dingin tapi menenangkan..
Hujan itu meninggalkan aroma terapi yang selalu kurindukan.. Hujan itu menyembuhkan..
Hujan menahanmu pergi..

Follower